Rumah Langit Yang Ajaib

 


Bumi masih kosong manusia tidur dibawah kolong langit yang terbuka. Disebuah dusun di Sanggase musim berganti manusiapun beralih kehidupan. Suatu malam ada seorang nenek yang mengamati bintang (ohom/ wayal)tiba-tiba ada sebuah rumah yang turun dari langit. Nenek itupun menutup matanya berpura-purah tidak mengetahui kejadiannya.

Rumah itu berhenti sejenak diatas sekumpulan manusia itu dan terdengar suara dari dalam rumah itu “Way-way, alil men utmin” yang artinya awas hati-hati jangan sampai mereka bangun.  Tetapi ada yang sudah melihat dan mendengar suara yang datang dari rumah itu. Keesokan harinya nenek tadi memberikan kesaksian kepada seluruh warga mengenai apa yang disaksikan tadi malam. “Namik ai isas ep kombe idhe epe namakad epe aha kae” ucap nenek kepada warga masyarakat yang hadir, yang artinya bahwa setiap pagi ada sebuah benda yang memberikan sombar kepada mereka dan nenek itu mengajak untuk bisa menangkap sombar itu.

Ajakan dari nenek itu diterima oleh seluruh warga kampung, sehingga seluruh warga bersiap-siap untuk melakukan penangkapan terhadap benda asing itu. Tepat pada pukul 2 pagi benda asing itu turun dan cahaya menutupi sebagian wilayah dikampung. Dengan penuh kesiapan yang telah diatur sebelumnya, pengkapan benda asing itu berhasil dilakukan. Alhasil dari penangkapan itu maka muncullah Kumuaha/ kumbiaha yang dikenal oleh masyarakat Malind. Peristiwa dan kejadian ini terjadi di kampung Sanggase.

Penulis

Isaias Yanggel Ndiken, S.Sn

Budayawan Malind

etnografi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama